Minggu, 10 Maret 2013

Yee... Aku Dapat Buku Baru


Tadi malam aku baru menghabiskan setengah buku bacaan yang isinya subhanallah, sangat mengena di hati. Baru setengah bacaan aja uda membuat mataku bengkak karena berlinang air mata di malam itu dan setelahnya kubawa tidur. Aku baru membeli buku ini 4 hari yang lalu di IBF (Islamic Book Fair). Berhubung tinggal menghitung bulan aku akan meninggalkan bangku SMA, buku ini pasti akan cocok sabagai bekal saat aku akan terjun di dunia kampus. 

Jangan dibayangkan buku ini terlalu teoritis dengan penggunaan bahasa yang formal yang bakal berujung pada kejenuhan (tergantung siapa yang baca sih!). Sebenarnya buku ini lebih mirip kumpulan cerpen, tapi diambil dari kisah nyata. Mengisahkan sebuah perjuangan yang tertorehkan dalam jejak kampus. Seperti yang tertulis pada lembaran persembahan, buku ini hanya diperuntukkan bagi para Agent of Intellectual, Actor of Social Control, Leader of Change, dan untuk setiap para Pengemban Dakwah dan Perindu Kebangkitan Islam. Bagaimana sebuah tulisan mampu mengambarkan perjuangan dan pengorbanan demi mempertahankan iman dan agama Allah. Jangan dianggap remeh satu orang kecuali ia tidak punya keimanan terhadap Allah. Hanya kekuatan imanlah satu-satunya kekuatan abadi. 

Tapi saat aku berkaca pada diriku sendiri, sudahkah aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk dakwah ini? Aku tidak bisa memberikan keyakinan pada diriku sendiri. Hanya penyesalan yang saat itu bisa kulakukan. Aku berharap ini bisa menjadi momen terindahku bersama Allah untuk memuhasabah diri menjadi pribadi yang lebih baik dan bertarget untuk masa depanku. 

Ada 3 pernyataan dalam buku ini branded by my mind,

Dakwah merupakan aktivitas yang mulia. Bahkan dakwah seharusnya menjadi jantung dari setiap aktivitas seorang muslim. Terlebih lagi seorang mahasiswa yang digelari sebagai aktivis dakwah.

Setiap kita akan menemukan satu kenyataan yang terkadang menyisakan luka, yang akan menagih airmata, yang menyita kata-kata, namun itulah yang membuat kita dewasa.

Jika kalian menganggap ujian itu besar, maka hanya sebesar itulah hidup kalian.

Aku merasa sangat tersindir dan membuatku semakin termenung Astaghfirullahal’adzim... Semoga ini bisa menjadi bukti atas keimanan diriku kepada-Mu. Dan kini aku semakin menguatkan tekad, aku hidup dari Allah dan aku hidup hanya untuk Allah. Semoga aku senantiasa dalam keistiqomahan dakwah dan kebaikan yang bisa mendukungku menuju surga-Mu. 

Dan sebelum aku beranjak tidur, aku membaca salah satu komentar pembaca di cover belakang.

Inspiring...! Amazing...! Penggalan-penggalan kisah dalam buku ini membuat hati kian iri. Semoga buku ini menjadi inspirasi bagi yang membaca hingga mereka bisa mengucapkan #InilahJalanku. (Asep Supriatna: The Great Muslim Inspirator)

Dan betul ini telah terjadi dalam tekadku.

Sabtu, 02 Maret 2013

LETTER FROM GAZA



Seluruh isi surat ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh seseorang bernama Abdullah Al Ghaza yang Mengaku dari Gaza City-Jalur Gaza melalui surat elektronik (Email) dan artikel diterbitkan oleh Buletin Islami
“Untuk saudaraku di Indonesia,

SEHARI BERSAMA SAGACIOUS



Alhamdulillah, hari ini adalah hari yang sangat menggembirakan, mengesankan dan penuh dengan motivasi kebaikan. Pastinya kebahagiaan ini takkan terlepas dari kenikmatan iman yang sudah Allah anugrahkan kepada kita semua. 

Hari ini, hari refreshing  khusus untuk anak sagacious. Berhubung UN tinggal menghitung minggu, jadi pihak guru juga ingin memberikan satu hari khusus bagi kita untuk meninggalkan ‘detik-detik’ yang selama ini selalu menjadi ‘teman setia’ di manapun dan kapanpun. Mau pergi ke aula bawa detik-detik, mau tidur bahkan sampai ke bawa tidur dan dijadikan alas kepala detik-detik selalu menemani kita. Tak lupa bangun tidurpun sebelum sholat subuh dimulai di aula, lagi-lagi detik-detik tak pernah lepas dari tangan. Ckckck...